> >

Galeri Foto Nelle


Galeri Kecamatan Nelle

...

Selengkapnya »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.

Kerajinan Parang Kecamatan Nelle

Parang bagi masyarakat Flores adalah bagian keseharian yang tidak dapat terpisahkan. Kemanapun mereka pergi, laki-laki maupun perempuan, sebuah parang menjadi bagian penting yang selalu harus dibawa, sebagaimana telepon selular bagi masyarakat perkotaan. Terutama ini masih berlaku bagi mereka yang tinggal di perkampungan atau pedesaan untuk perlengkapan mereka berangkat ke sawah atau ladang. Parang, secara khusus, juga merupakan simbol kejantanan dan bagian penting kehidupan sehari-hari bagi kaum laki-laki, baik sejak kanak hingga dewasa. Parang, demikian pentingnya, juga menjadi bagian kelengkapan para laki-laki hingga dalam setiap tarian adat sekalipun.
Berbicara mengenai tempat produksi parang, ternyata parang-parang di Flores tidak diproduksi secara masal di sebuah pabrik. Satu lagi kearifan lokal di Flores, parang-parang ini ternyata diproduksi secara rumahan. Tidak banyak yang tahu apabila di kampung-kampung di Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka yang sejuk karena terletak di dataran yang cukup tinggi ini, ternyata terdapat banyak pengrajin pandai besi yang tersebar di rumah-rumah penduduk.

Hal Unik
Ada yang menarik dan menjadikan kegiatan “titi parang” (bahasa lokal untuk pandai besi) di Nelle ini menjadi unik dibandingkan dengan kegiatan pandai besi di tempat lain pada umumnya. Apabila kita amati, hampir setiap kegiatan pandai besi yang biasanya dilakukan di halaman samping atau belakang rumah ini, para pengrajin ini terlihat menggunakan badan meriam sebagai landasan untuk menempa setiap batang besi yang akan dijadikan parang, pisau, atau samurai.
Bagaimana bisa? Setiap pengrajin yang ditanya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti untuk asal-usul meriam ini. Apakah meriam ini berasal dari jaman pendudukan Jepang, Belanda, atau malah jaman ekspedisi kapal-kapal dari Portugis beberapa ratus tahun lalu? Tidak ada tulisan atau tanda-tanda di badan meriam-meriam sepanjang hampir empat meter ini yang bisa digunakan sebagai petunjuk asal benda unik ini.
Yang pasti, meriam-meriam ini telah digunakan secara turun temurun oleh para pengrajin yang dalam sehari mereka bisa menghasilkan antara empat hingga lima parang. Parang-parang berbagai bentuk yang sudah jadi ini masih memerlukan sentuhan akhir, yaitu digerinda agar lebih tajam dan terlihat mengkilat sebelum diberikan pegangan yang biasanya dari batang bambu. Harga parang setelah jadi bervariasi, tergantung bentuk, besar, dan panjangnya. Setelah jadi, para pengrajin ini akan menjual langsung parang-parang ini ke pasar-pasar terdekat, baik di Pasar Alok, Pasar Maumere, hingga Pasar Geliting dan Lekebai. Dari hasil wawancara dengan seorang pengrajin, penghasilan dari membuat parang dalam sebulan cukup dapat diandalkan sebagai pekerjaan tetap bagi mereka, mengingat kebutuhan dan permintaan akan parang di Flores tidak pernah berhenti.
Kegiatan pandai besi ini dilakukan khususnya oleh para bapak. Nah, untuk para ibunya, setiap hari mereka bergiat membuat tenun-tenun ikat yang dilakukan bersama-sama dengan para bapak di halaman rumah mereka masing-masing. Kegiatan lain yang dapat disaksikan di kampung-kampung ini adalah penyulingan air nira untuk dibuat menjadi arak atau yang di kampung-kampung di Sikka lebih dikenal dengan nama “moke”.
Bagaimana menuju ke sana ?
Kampung Nelle tidak jauh dari Maumere. Untuk menuju desa para pengrajin ini dapat ditempuh dengan motor atau mobil. Jarak dari Maumere kurang lebih adalah 9 kilometer ke arah sebelum menuju Seminari Ledalero. Dari jalan ini nantinya akan ada jalan menikung turun ke kiri ke Desa Kaduwair. Di sepanjang desa ini dan desa-desa di sebelahnya, para pengrajin pandai besi ini secara turun temurun memperagakan gerakan menempa besi diiringi dentingan bunyi besi yang beradu dengan badan meriam dan hamer untuk membuat bilah-bilah parang terbaiknya.
***

Selengkapnya »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.

Sumber Daya Manusia

1.

Pendidikan

Tingkat Pendidikan

No

Pendidikan

Laki-laki

Perem puan

Jumlah

1

Tidak taman SD

705

961

1.666

2

Tamat SD/sederajat

307

504

811

3

Tamat SMP/sederajat

79

107

186

4

Tamat SMA/sederajat

212

269

481

5

Tamat D1/sederajat

1

2

3

6

Tamat D2/sederajat

4

9

13

7

Tamat D3/sederajat

18

22

40

8

Tamat S1/sederajat

33

36

69

9

Tamat S2/sederajat

2

-

2

10

Tamat S3/sederajat

-

-

-

11

Tamat SLB A/sederajat

1

1

2

12

Tamat SLB B/sederajat

-

1

1

13

Tamat SLB C/sederajat

-

-

-

Total

1.362

1.912

3.274

2.

Mata Pencaharian

No

Jenis Pekerjaan

Laki-laki

Perem puan

Jumlah

1

Petani

1.172

1.411

2.583

2

Buruh tani

167

202

369

3

PNS

50

70

120

4

Pengrajin industri rumah tangga

17

243

260

5

Pedagang keliling

13

2

15

6

Peternak

4

-

4

7

Nelayan

-

-

-

8

Montir

-

-

-

9

Dokter

1

-

1

10

Bidan

-

8

8

11

Perawat

1

6

7

12

Pembantu rumah tangga

-

-

-

13

TNI/ POLRI

12

-

12

14

Pensiunan

11

11

22

15

Pengusaha kecil dan menengah

48

28

76

16

Pengacara

-

-

-

17

Notaris

-

-

-

18

Dukun kampung terlatih

-

2

2

19

Dosen

1

-

1

20

Karyawan swasta

41

32

73

Total

1.538

2.015

3.553

3.

Agama

No

Pemeluk Agama

Laki-laki

Perem puan

Jumlah

1

Islam

9

6

15

2

Protestan

7

7

14

3

Katolik

2.651

3.092

5.743

4

Hindu

4

2

6

5

Budha

-

-

-

6

Kepercayaan Kepada TYME

-

-

-

7

Aliran kepercayaan lainnya

-

-

-

Total

2.671

3.107

5.778

4.

Cacat Mental dan Fisik

No

Jenis Cacat

Laki-laki

Perem puan

Jumlah

 

Cacat Fisik

 

 

 

1

Tuna rungu

17

17

34

2

Tuna wicara

3

4

7

3

Tuna netra

6

5

11

4

Lumpuh

4

5

9

5

Sumbing

3

1

4

6

Cacat kulit

-

-

-

7

Tuna daksa

4

2

6

Cacat Mental

1

Idiot

2

3

5

2

Gila

7

5

12

3

Sterss

1

6

7

4

Autris

-

-

-

Total

47

48

95

5.

Tenaga Kerja

No

Usia Tenaga Kerja

Laki-laki

Perem puan

Jumlah

1

Penduduk 18-56 tahun

973

1.304

2.277

2

Penduduk 18-56 tahun yang bekerja

1.061

1.081

2.142

3

Penduduk 18-56 tahun yang belum atau tidak bekerja

91

205

296

4

Penduduk 0 – 6 tahun

346

367

713

5

Penduduk masih sekolah 7-18 tahun

516

523

1.039

6

Penduduk usia 56 tahun keatas

471

684

1.155

7

Angkatan kerja

504

572

1.076

Total

3.962

4.736

8.698

6.

Kualitas Angkatan Kerja

No

Usia Tenaga Kerja

Laki-laki

Perem puan

Jumlah

1

Usia 18 – 56 tahun yang buta huruf/buta aksara

35

30

65

2

Usia 18-58 tahun yang tidak tamat SD

543

553

1.096

3

Usia 18-58 tahun yang tamat SD

319

540

859

4

Usia 18-58 tahun yang tamat SLTP

129

139

268

5

Usia 18-58 tahun yang tamat SLTA

208

321

532

6

Usia 18-58 tahun yang tamat PT

56

55

111

Total

1.290

1.641

2.931

 

Selengkapnya »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.